Kunyit & Jahe
Rempah rimpang ini telah digunakan turun-temurun dalam jamu untuk memberikan rasa hangat dan kenyamanan pada tubuh.
Usia hanyalah angka ketika Anda tahu cara mendukung fleksibilitas tubuh. Temukan rahasia menjaga mobilitas tetap prima tanpa terapi rumit, hanya dengan perubahan gaya hidup sederhana.
Mulai Perubahan Hari Ini
Banyak dari kita menganggap rasa kaku atau kurang nyaman saat bergerak adalah bagian tak terelakkan dari penuaan. Namun, pandangan ini perlahan berubah. Tubuh manusia dirancang untuk terus bergerak, asalkan didukung dengan nutrisi dan mekanika yang benar.
Setelah usia 40 tahun, produksi pelumas alami tubuh memang melambat. Ini bukan sinyal untuk berhenti, melainkan ajakan untuk lebih peduli. Memelihara kenyamanan sendi berarti Anda tetap bisa melakukan hobi berkebun, bermain dengan cucu, atau beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan fisik yang berarti.
"Kenyamanan jangka panjang dimulai dari langkah kecil hari ini."
Gerakan lambat dan terukur yang fokus pada pernapasan sangat populer di Indonesia. Ini membantu menjaga elastisitas tanpa benturan keras pada lutut.
Berenang atau sekadar berjalan di dalam air mengurangi beban tubuh hingga 90%. Sangat disarankan bagi mereka yang ingin bergerak bebas tanpa beban gravitasi.
Aktivitas fungsional seperti berkebun melatih jangkauan gerak tangan dan kaki secara alami, sekaligus memberikan paparan vitamin D dari sinar matahari pagi.
Tidak perlu mencari suplemen mahal, alam Indonesia menyediakan kekayaan nutrisi untuk mendukung struktur tubuh Anda. Fokuslah pada makanan utuh (whole foods).
Rempah rimpang ini telah digunakan turun-temurun dalam jamu untuk memberikan rasa hangat dan kenyamanan pada tubuh.
Sumber Omega-3 lokal yang tak kalah dengan salmon, sangat baik untuk menjaga kelenturan jaringan tubuh.
Camilan tradisional yang kaya akan galaktomannan, sering dipercaya masyarakat lokal untuk mendukung kesehatan gerak.
Tahu dan tempe adalah sumber kalsium nabati yang sangat baik dan mudah diserap oleh tubuh.
Bagi yang melakukan gerakan shalat atau meditasi, perhatikan tumpuan berat badan. Gunakan sajadah yang empuk untuk mengurangi tekanan pada lutut saat sujud.
Jangan membungkuk saat mengambil barang di lantai. Biasakan berjongkok dengan punggung tegak agar beban tertumpu pada otot kaki, bukan pinggang.
Berjalan tanpa alas kaki di lantai keramik yang keras bisa memicu nyeri tumit. Gunakan sandal rumah yang empuk untuk meredam hentakan.
Prinsip 20-20-20: Setiap 20 menit duduk, berdirilah selama 20 detik dan gerakkan kaki. Ini menjaga sirkulasi tetap lancar ke area ekstremitas bawah.
58 Tahun, Semarang
"Dulu saya pikir di usia segini wajar kalau malas gerak. Ternyata dengan rutin jalan pagi dan minum rebusan jahe, badan terasa enteng. Kuncinya konsisten."
50 Tahun, Malang
"Saya mengubah pola makan, lebih banyak ikan dan sayur lodeh tanpa santan berlebih. Sekarang naik tangga ke lantai 2 tidak lagi menjadi momok menakutkan."
62 Tahun, Yogyakarta
"Tips tentang alas kaki di dalam rumah itu sederhana tapi efeknya luar biasa. Tumit saya jauh lebih nyaman sekarang saat beraktivitas di rumah."
Kantor Pusat: Gedung Menara Hijau Lt. 15, Jl. MT Haryono Kav. 33, Tebet, Jakarta Selatan 12770
Layanan Telepon: +62 21 8062 7799
Email Dukungan: contact (at) sixehale.com
*Kami menjawab pesan pada hari kerja Senin - Jumat, 09.00 - 17.00 WIB.